Top, 3 Berita Hari Ini salah satunya membahas Thailand jadi destinasi Asia
yang paling banyak dicari wisatawan Eropa untuk perjalanan musim panas 2026.
Data platform perjalananAgoda menunjukkan tingginya minat terhadap negara tersebut di
tengah melemahnya permintaan dari sejumlah pasar wisata jarak dekat tradisional.
Indonesia menempati posisi kedua dalam daftar tersebut, disusul Jepang, Vietnam, dan
Malaysia. Data Agoda dihimpun dari pencarian akomodasi pada 1 April hingga 30 Juni
2026 untuk periode menginap 1 Juli hingga 31 Agustus 2026.
Kalahkan Indonesia, Thailand Jadi Destinasi Asia Favorit Turis Eropa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919816/original/094794800_1723785499-IMG_2378.jpeg)
Temuan ini memperlihatkan bagaimana wisatawan Eropa memilih Asia sebagai salah satu
tujuan liburan musim panas. Negara-negara Asia Tenggara juga terlihat masih memiliki
daya tarik kuat bagi pasar internasional.
Musim Hujan Jadi Alternatif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164451/original/010281300_1742179452-Snapinst.app_483106947_18488324701037707_14576233400196412_n_1080.jpg)
Musim hujan di Thailand tidak selalu menjadi penghalang bagi wisatawan. Kondisi tersebut
justru membuat sejumlah destinasi tampak lebih hijau dan relatif lebih sepi, sehingga
pelancong dapat menikmati suasana yang lebih tenang.
Beragam festival budaya dan aktivitas lokal juga tetap berlangsung selama periode ini,
menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan Eropa. Thailand turut memperkuat
daya tarik tersebut melalui berbagai strategi promosi pariwisata.
Penawaran mencakup potongan harga akomodasi, paket perjalanan, hingga program
khusus yang digelar bersama maskapai penerbangan dan operator tur.
Berbagai promo tersebut diarahkan untuk membantu memulihkan sektor pariwisata
sekaligus menarik lebih banyak wisatawan Eropa. Pemerintah dan pelaku industri juga
berharap penawaran ini dapat mendorong wisatawan memilih perjalanan dengan durasi
lebih panjang, sehingga memberikan kontribusi lebih besar bagi ekonomi pariwisata lokal.
Indonesia Tempati Posisi Kedua
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,285,0)/kly-media-production/medias/4827895/original/067350900_1715333655-IMG_0240.jpg)
Thailand mencatat 18,5 juta kunjungan wisatawan internasional sepanjang tujuh bulan
pertama 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan 3,19 persen dibandingkan periode
yang sama pada tahun sebelumnya.
Penurunan jumlah kunjungan terjadi di tengah sejumlah tantangan yang memengaruhi
pergerakan wisatawan ke Negeri Gajah Putih. Kekhawatiran terkait keamanan menjadi
salah satu faktor yang turut menekan minat berkunjung ke negara tersebut.
Berkurangnya kapasitas penerbangan dari India juga ikut berdampak terhadap jumlah
wisatawan internasional yang datang. Kondisi ini menunjukkan bahwa konektivitas udara
masih menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga arus kunjungan wisatawan ke
Thailand.
Meski mengalami penurunan secara keseluruhan, minat wisatawan dari sejumlah pasar
jarak jauh, termasuk Eropa, tetap menunjukkan potensi. Thailand pun terus mengandalkan
promosi dan penguatan konektivitas penerbangan untuk mempertahankan daya tariknya
sebagai destinasi wisata di Asia.
Strategi Menarik Wisatawan Eropa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4646455/original/096897500_1699864406-WhatsApp_Image_2023-11-13_at_13.32.22.jpeg)
Upaya Thailand menarik lebih banyak wisatawan Eropa dilakukan saat pasar pariwisatanya
menghadapi tantangan dari sejumlah negara yang selama ini menjadi sumber kunjungan
utama. Kondisi tersebut mendorong mereka memperkuat pasar jarak jauh sebagai
alternatif guna menjaga arus wisatawan internasional.
Wisatawan Eropa menunjukkan potensi positif, terutama pada periode musim panas 2026.
Thailand memanfaatkan momentum tersebut dengan menawarkan berbagai pilihan
perjalanan selama musim hujan.
Harga akomodasi dan paket wisata yang lebih kompetitif menjadi salah satu daya tarik
bagi pelancong yang ingin berlibur dengan anggaran lebih terjangkau. Strategi promosi
tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan jumlah kunjungan.
Thailand juga berupaya mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal agar
memiliki lebih banyak waktu untuk menjelajahi destinasi, menikmati budaya lokal, serta
mencoba beragam aktivitas selama berada di negara tersebut.

