Sektor pariwisata Malaysia diperkirakan akan kembali
mencatat pertumbuhan yang kuat sepanjang 2026.
Sejumlah proyeksi terbaru menunjukan jumlah wisatawan mancanegara
berpotensi melampaui capaian sebelum pendemi, menandai sekamin
Laporan dari BMI yang dikutip dari Vietnam. Vn, Pada jumat (26/6/26),
lembaga riset di bawah Fitch Solutions, memperkirakan Malaysia akan
menerika sekitar 27,97 juta wisatawan Internasional pada 2026
Angka tersebut di proyeksikan meningkat sekitar 5,1 persen
dibandingkan 2025 dan sekitar 7,2 persen lebih tinggi dibandingkan
menunggu industri pariwisata global.
Meskipun demikian, pemulihan sektor pariwisata tidak berlangsung
sepenuhnya mulus. Pada mei 2026, jumlah wisatawan asing yang
datang ke Malaysia diperkirakan turun sekitar 3,3 persen secara tahunan
menjadi sekitar 2,6 juta kunjungan.
penurunan tersebut menjadi bulan ketiga berturut-turut yang mencatat
pelemahan. Namun secara kumulatif, selama lima bilan pertama 2026,
Malaysia masih menerima sekitar 10,6 juta wisatawan internasional , atau
naik sekitar 1,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun
sebelumnya.
Para analis menilai perlambatan jangka pendek tersebut lebih
dipengaruhi oleh faktor musiman dan kondisi ekonomi global, sementara
prosepek untuk paruh kedua tahun 2026 dinilai jauh lebih positif.
Permintaan perjalanan internasional ke malaysia di perkirakan kembali
meningkat seiring membaiknya konektivitas penerbangan, promosi
Wisata, serta meningkatnya kepercayaan wisatawan global.
Optimis tersebut juga didukung berbagai promosi pariwisata
yang terus digencarkan pemerintah malaysia.
Kampanye untuk menarik wisatawan dari pasar utama di Asia maupun
kawasan lainnya diharapkan mampu memperkuat daya saingan negara
tersebut sebagai destinasi wisataregional.
Sebelumnya, Malaysia menunjukan tren pemulihan yang cukup
konsisten setelah pendemi.
Meskipun target kunjungan wisatawan pada 2024 belum sepenuhnya
tercapai, Jumlah turis asing wisatawan peningkatan signifikan
dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi fondasi bagi proyeksi
pertumbuhan yang lebih optimistis pada 2026.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, Malaysia tidak hanya melampaui
tingkat kunjungan wisatawan sebelum pandemi , tetapi juga memperkuat
posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di asia Tenggara.

