Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, yang dibangun mulai 2022 ini masih dalam tahap pembangunan
dan pengembangan hingga sekarang. Pembangunannya mencakup berbagai fasilitas, dari gedung pemerintahan,
perkantoran, rumah susun (rusun), fasilitas publik, hingga sektor Pariwisata.
Dalam sesi pemaparan perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN mengungkap sejumlah rencana
pengembangan sektor pariwisata. Pengembangan tersebut tidak hanya menyasar kawasan urban,
tetapi juga destinasi wisata di sekitar IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengatakan pihaknya akan menggandeng Kementerian Pariwisata
untuk menghadirkan berbagai pertunjukan dan agenda nasional di IKN. Langkah ini diharapkan dapat
meningkatkan kunjungan sekaligus mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Simak informasi
lengkapnya berikut ini, ya!
1. Gandeng Kementerian Pariwisata dan gelar agenda nasional

Otorita IKN akan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata untuk menghadirkan berbagai show dan agenda
nasional di Ibu Kota Nusantara. Menurut Basuki, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan
aktivitas wisata, sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar IKN.
Untuk mendukung sektor pariwisata, sejumlah agenda juga telah disiapkan. Salah satunya berkaitan dengan mobilitas
berbasis kendaraan listrik.”Untuk pariwisata jelas, kami sudah menjangkau ada e-car trip, mobility to electric mobility,
Electric Driver Conference. Kondisi itu pun sudah mengandalkan wisata,” kata Basuki dalam sesi pemaparan
perkembangan IKN di Gedung Kemenko 3, IKN, Kalimantan Timur, pada Senin (17/8/2026).
2. Fokus kembangkan ekowisata dan pariwisata kebugaran
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, mengatakan pengembangan pariwisata di IKN
tidak hanya berfokus pada kegiatan budaya dan event.”Untuk pariwisata, sebetulnya bukan hanya culture atau event yang
telah kami targetkan. Itu yang membuat target kami utamanya, karena salah satu faktor yang akan dikembangkan di sini itu
adalah cluster ekonomi ekowisata,” tuturnya.
OIKN juga tengah mendorong masyarakat untuk mengenali potensi daerah tujuan wisata di wilayah masing-masing. Selain itu,
pemetaan destinasi wisata dilakukan bukan hanya di dalam IKN, tetapi juga kawasan di sekitarnya.
Dari pemetaan tersebut, OIKN menyiapkan enam klaster ekonomi. Salah satunya mencakup klaster ekowisata
dan pariwisata kebugaran. Pengembangan kawasan wisata di sekitar IKN diharapkan dapat memperpanjang
waktu kunjungan wisatawan. Dengan begitu, wisatawan tidak hanya menikmati destinasi urban di IKN.
Wisatawan juga bisa menjelajahi berbagai potensi wisata di wilayah sekitarnya.
3. Rencana festival kebudayaan

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin, menambahkan berbagai
kegiatan di kawasan IKN akan di koordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait. Salah satunya
rencana penyelenggaraan festival kebudayaan bersama Kementerian Kebudayaan. “Jadi kita masih akan
ada rencana festival kudayaan bersama dengan Kementerian Kudayaan juga,” ujarnya.
Menurut dia, pengembangan pariwisata di sekitar IKN juga di arahkan untuk menumbuhkan perekonomian
masyarakat setempat. Masyarakat lokal di harapkan dapat mengambil peran dalam pengembangan destinasi
wisata di wilayahnya. “Bagaimana tempat-tempat wisata yang ada di sekitar IKN ini dapat menumbuh
kembangkan masyarakat yang ada tinggal di sana,” katanya.
OIKN juga akan mendorong keterlibatan masyarakat lokal melalui berbagai program, termasuk pendidikan
dan pengembangan kapasitas. Salah satunya dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pemandu wisata.
Para pemandu wisata lokal tersebut juga di bekali sertifikasi. Dengan demikian, pengembangan
pariwisata di IKN di harapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pengembangan pariwisata IKN di arahkan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan. Dengan
menghubungkan destinasi urban, ekowisata, dan pariwisata kebugaran di sekitarnya, agar manfaat
ekonomi menjangkau masyarakat lokal.

